Okeh.... menurut gua ini hal yang menarik untuk dibahas masalah cinta dan uang itu gak jauh dan Setiap orang pada dasarnya punya kriteria masing-masing, baik itu dalam pekerjaan, dalam hal memilih barang atau pun memilih orang-orang terdekat termasuk pasangan hidup... Dan saya rasa itu merupakan hal yang wajar, ini menyangkut soal selera dan standarisasi..begitupun pria.namun tak jarang wanita memang nilai sebagai materialistis.
Membahas soal pasangan, saya sedikit jengah dengan beberapa komentar yang terkesan naif , "Jangan terlalu pemilih". Lah masa nggak di pilih sih... beli pisang di pasar aja saya masih milih kok, masa pasangan kayak beli kucing dalam karung. " Wanita jaman sekarang tidak bisa menerima saya apa adanya.." atau komentar sinis di status "saya mencari wanita yang menerima saya apa adanya". Apa adanya yang seperti apa kah? Apa salah kalau seorang wanita menginginkan seorang pria yang mampu bertanggung jawab untuk masa depannya kelak.
Menurut saya (bukan pembelaan terhadap wanita ya), seorang wanita memang sudah semestinya memilih pasangan dengan mempertimbangkan back ground pekerjaannya atau kegigihannya dalam bekerja. Sering saya berujar ke teman-teman pria saya, kalau ketika menjajaki hubungan dengan seseorang wanita kerap mempertanyakan basic pendidikan atau pekerjaan itu bukan materialistis loh tetapi realistis. Cinta memang buta, tapi kita punya mata kan. Seorang lelaki yang mencintai pasangannya pasti akan berjuang untuk membahagiakan wanitanya. Cinta melahirkan tanggung jawab... Cinta tanpa tanggung jawab dan keinginan membahagiakan yang real itu bukanlah cinta.
Materialistis dan realistis itu dua hal yang berbeda
Wanita yang materialistis : Memandang segala sesuatu dari materi, pria baginya adalah atm atau kartu kredit yang selalu siap pakai untuk memenuhi hasrat hedonismenya... Bila ada sosok yang limit kartu kreditnya lebih besar maka dengan mudah akan berpindah hati. Prinsip percintaannya ada uang abang disayang, ngga ada uang abang di tendang.
Wanita yang realistis : Tidak memandang materi sebagai hal utama tapi menyadari dengan benar bahwa masa depan harus didukung dengan pemenuhan berbagai kebutuhan. Pria baginya adalah sosok yang akan menjadi tulang punggung yang melindungi dan bertanggung jawab untuk masa depannya. Tidak harus mencari pria yang benar2 mapan, namun terbuka untuk pria belum mapan yang mau terbuka untuk mengejar kemapanan dan menjadikannya sebagai pembakar semangat
Jadi menurut saya, untuk para pria, kalau wanita yang sedang kamu dekati tidak membuka peluang untukmu karena kamu belum memenuhi standarnya secara "kemapanan", jangan buru-buru menjudgenya sebagai wanita materialistis, tapi coba dalami dulu, dia hanya realistis atau benar-benar sudah masuk zona materialistis...
Terlepas dari semua itu, materialistis atau realistis adalah pilihan... Karena kepantasannya dapat dipantaskan menurut cara pandang yang beraneka... dan ini hanya sekedar opini dari seorang wanita yang realistis dan tidak suka di pandang materialistis karena kerealistisannya