Kamis, 02 Maret 2017

Wahai calon imamku sang penuntun hatiku

Wahai Calon Imamku Sang Penuntun Hatiku.
Di sini aku diam sendiri. menunggumu wahai calon imamku.
Kusampaikan harapan untukmu, pengharapan indah yg ingin ku jaga 
Hingga saat indah itu tiba.. 
Lewat do’a ingin ku menyapamu 
Bagaimanakah kabar engkau disana?? 
Semoga Allah mempertemukan kita 
Dalam sekenario kisah indahNya..

Kaulah Sang Penuntun Hatiku.
 ketika Lemah mengingat siapa sang pencipata.
ketika goyah akan Aqidah untuk lebih mempelajari agamaku
Kau yang bisa membimbing dan membawaku lebih dekat pada sang pencipata.
Kaulah penuntun jalanku,Petunjuk arah jalan hidupku
Pedomanmu Al-Quran dan Hadits
Mengajak dan mengarahkan aku
Dan pula anak-anakku kelak menuju jalan-Nya
Jalan lurus bagi para muttaqien

Rinduku Tanpa Batas padamu Calon Imamku Sang Penuntun Hatiku

Kisah dan rinduku
Tak pernah terlukis seketikapun
Doa dan rinduku
Takkan pernah berbatas dalam setiap detikku
Pun cintanya
Takkan mampu terukirkan dalam pandang
Takkan teraba dalam perjalanan panjang
Cintanya mengejawantah dalam setiap jisim
Menjelma dalam setiap musim
Mengalir dalam setiap aliran darah
Meredam dalam setiap kata berserah
Menggenang dalam setiap kepasrahan
Menetes dalam setiap genangan air mata rindu
Dalam setiap ridlo Sang Penguasa hati
Dalam setiap rahmat Sang Penggenggam jiwa
Dalam setiap kecupan kemurnian hati
Dalam setiap tangis kesejatian.

Wahai calon imam  Pengunci hatiku.
Jadilah engkau bak mutiara dilautan
Yang selalu bersinar
Memancarkan cahayanya yang berkilauan
Walau engkau berada dalam lumpur yang paling dalam..


dan hal terakhir yang ingin kusampaikan padamu duhai calon imamku Sang Penuntun hati
dirimu masih misteri , tak ada yg tahu tentangmu termasuk aku.
dirimu masih menjadi rahasia penciptaMu, rahasia yg ditentukanNya untukku..
Biarlah aku menunggumu bertahun-tahun lamanya,
asalkan ketika engkau datang, Jemput Aku Menjadi Bidadarimukau sesegera mungkin melafadzkan akad yang akan membimbing diri ini ke jannah-Nya, menyempurnakan separuh dienku dan separuh dienmu..
membimbingku menjadi mujahidah yang mencintai DIA diatas segalanya.
Aamiin

Kaki langit

malam itu ditandai gelap
siang itu terang
hanya sebatas dua sisi
yang nampak gamblang jelas
....sering dilupakan
   antara malam dan siang ada ruang bukan hampa atau hanya seberkas  cahaya maupun kiasan

ketika sang siang mulai lelah ia meredup
disana nampak keelokan senja dibatas barat 
dan ketika malam mulai bergejolak ramai nian irama fajar dalam dekapan syahdu
sahut menyahut keindahanya merdu mendayu
membangunkan hati yang terketuk dari kantuk
yang seberat gunung menghimpit ujung mata

dia.....yang merasa resah akan hasrat bergegas dan mungkin akan melompat
dari suara parau aluna lagu keduniawian
dia ....ya dia merasa cukup sejenak sujut dan berlari atau tumbang menyambung  mimpi
menggenggam dunia kemegahan mulia dunia akherat itu katanya

lupakah ia tingginy harta bergunung itu belum bisa membuat hasrat merasa cukup
karena mungkin disisi megah rumahnya 
terbujur kaku jasat saudaranya yang mati kelaparan 
bukan salah ia karena rumah yang ia banggakan
adalah dari tetesan keringatnya
ia cukup berucap dalam sukurnya

pagi membimbing langkahnya awal petang menuntun kepulanganya ketika senja hingga tertidur dimalam panjangnya

indah benar dunia oh dunia 

SESEORANG DI MASA LALU

SESEORANG DI MASA LALU Seseorang yang berlalu dalam kehidupan kita tidak pernah benar-benar pergi selamanya. Dia seperti bintang di langi...