malam itu ditandai gelap
siang itu terang
hanya sebatas dua sisi
yang nampak gamblang jelas
....sering dilupakan
antara malam dan siang ada ruang bukan hampa atau hanya seberkas cahaya maupun kiasan
ketika sang siang mulai lelah ia meredup
disana nampak keelokan senja dibatas barat
dan ketika malam mulai bergejolak ramai nian irama fajar dalam dekapan syahdu
sahut menyahut keindahanya merdu mendayu
membangunkan hati yang terketuk dari kantuk
yang seberat gunung menghimpit ujung mata
dia.....yang merasa resah akan hasrat bergegas dan mungkin akan melompat
dari suara parau aluna lagu keduniawian
dia ....ya dia merasa cukup sejenak sujut dan berlari atau tumbang menyambung mimpi
menggenggam dunia kemegahan mulia dunia akherat itu katanya
lupakah ia tingginy harta bergunung itu belum bisa membuat hasrat merasa cukup
karena mungkin disisi megah rumahnya
terbujur kaku jasat saudaranya yang mati kelaparan
bukan salah ia karena rumah yang ia banggakan
adalah dari tetesan keringatnya
ia cukup berucap dalam sukurnya
pagi membimbing langkahnya awal petang menuntun kepulanganya ketika senja hingga tertidur dimalam panjangnya
indah benar dunia oh dunia
siang itu terang
hanya sebatas dua sisi
yang nampak gamblang jelas
....sering dilupakan
antara malam dan siang ada ruang bukan hampa atau hanya seberkas cahaya maupun kiasan
ketika sang siang mulai lelah ia meredup
disana nampak keelokan senja dibatas barat
dan ketika malam mulai bergejolak ramai nian irama fajar dalam dekapan syahdu
sahut menyahut keindahanya merdu mendayu
membangunkan hati yang terketuk dari kantuk
yang seberat gunung menghimpit ujung mata
dia.....yang merasa resah akan hasrat bergegas dan mungkin akan melompat
dari suara parau aluna lagu keduniawian
dia ....ya dia merasa cukup sejenak sujut dan berlari atau tumbang menyambung mimpi
menggenggam dunia kemegahan mulia dunia akherat itu katanya
lupakah ia tingginy harta bergunung itu belum bisa membuat hasrat merasa cukup
karena mungkin disisi megah rumahnya
terbujur kaku jasat saudaranya yang mati kelaparan
bukan salah ia karena rumah yang ia banggakan
adalah dari tetesan keringatnya
ia cukup berucap dalam sukurnya
pagi membimbing langkahnya awal petang menuntun kepulanganya ketika senja hingga tertidur dimalam panjangnya
indah benar dunia oh dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar